BiruHati Lo Interisti

Cintailah Cinta, Manusiakan Manusia... Allah... Alam Semesta... Dunia.... Manusia... dan Cinta!!! Ajarkanku sebait kebenaran, Ajarkanku segaris kesejatian Ajarkanku seutuhnya hidup yang sebenarnya Teriakkan padaku kisah masa lalu, Bisikkan padaku tentang masa depan agar ku tak sesat dalam jalan yang terang...

31 October 2006

Kemenangan Dramatis Nerazzuri!!!

Seperti sudah diprediksi, derby Milano sabtu lalu berlangsung ketat, keras dan panas. Posisi klasemen sementara bukanlah ukuran bahwa Inter akan menang mudah. Karena Milan berada di peringkat 12 klasemen sementara adalah akibat keterlibatan mereka dalam Calciopoli.

Dengan kekuatan materi pemain yang seimbang, Il Grande Partita klasik serie A kali ini diwarnai hujan kartu dan gol. Kedua tim sama – sama menampilkan permainan agresif dan keras. Baru enam menit pertandingan berlangsung, wasit Stefano Farina sudah harus mengeluarkan kartu kuning untuk Gennaro Gattuso dan Patrick Vieira. Ketika pertandingan memasuki menit ke-30, Milan sudah mendapatkan dua tambahan kartu kuning. Saat itu Rossoneri, julukan Milan, yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah sudah tertinggal 0 – 2 dari anak-anak asuhan Roberto “Mancio” Mancini.

Di sela-sela pertandingan yang berlangsung keras, Inter mampu mencuri gol. Nerazzuri unggul 1-0 lewat sundulan Hernan Crespo memanfaatkan umpan tendangan bebas Dejan Stankovic. Lima menit kemudian giliran Stankovic yang menjebol jala Dida lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. 2-0 untuk Inter. Menjelang babak pertama berakhir, tendangan bebas Zlatan “Ibra” Ibrahimovic mampu dihalau dengan gemilang oleh Dida. Sementara Milan yang turun dengan Filippo Inzaghi sebagai striker tunggal tak bisa berbuat banyak. Marco “Matrix” Materazzi yang kali ini berduet dengan Ivan Cordoba sukses mematikan striker ahli diving itu.

Memasuki babak kedua, pelatih Milan Carlo “Carletto” Ancelotti yang sadar akan kesalahan strateginya, melakukan pergantian formasi dan pemain. Paolo Maldini, Ricardo Oliviera, dan Alberto Gilardino dimasukkan.

Namun saat babak kedua baru berlangsung dua menit, justru Inter yang sukses menambah gol. Kali ini Ibra tak menyia-nyiakan umpan Stankovic. Tertinggal 0-3, Milan tak ingin dipermalukan di hadapan tifosinya. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke gawang Julio Cesar. Akhirnya di menit ke-50 tendangan keras Clarence Seedorf gagal dihalau Cesar karena berbelok arah setelah membentur kaki Materazzi.

Gol itu cukup membangkitkan semangat pemain Milan kembali. Namun lagi-lagi kelengahan lini belakang Milan membuat Inter menambah gol. Kali ini sundulan Materazzi mengubah skor menjadi 4-1. Namun itu menjadi saat terakhir Materazzi di pertandingan ini. Karena wasit yang menganggap selebrasi golnya berlebihan menghadiahinya kartu kuning kedua. Materazzi off!!!

Menghadapi 10 pemain, Milan mengurung pertahanan Inter. Kegemilangan Julio Cesar menggagalkan ambisi Milan untuk mencetak gol. Namun kehilangan pemain jangkung seperti Materazzi sangat berdampak bagi pertahanan Inter. Tujuh menit setelah Matrix keluar, Milan memperkecil ketinggal menjadi 2-4 lewat sundulan Gilardino. Gol pertama Gilardino setelah sempat berpuasa gol sejak Maret lalu. Dan juga gol pertama barisan depan Milan sejak giornata pertama.

Milan makin bersemangat. Sementara Inter harus berjuang dengan sembilan pemain setelah Vieira dan Ibrahimovic cedera saat jatah pergantian pemain menyisakan satu. Ibra akhirnya diganti Walter “the Wall” Samuel dan Vieira dengan kaki agak terpincang dipaksakan tetap di lapangan.

Hasilnya, saat memasuki injury time, Kaka berhasil mempertipis ketinggalan Milan menjadi 3-4. Sisa tambahan waktu selama lima menit coba dimanfaatkan Milan untuk meraih hasil imbang. Bahkan Dida ikut naik membantu serangan. Namun Inter bermain sangat rapat dan bertahan total sehingga sampai wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan skor tetap 4-3 untuk kemenangan sensasional Inter atas Milan.

Pemain-pemain Inter begitu emosional mengekspresikan kegembiraannya. Meski Vieira sempat bersitegang dengan asisten pelatih Inter karena permintaannya untuk diganti tak dikabulkan. Sebaliknya pemain-pemain Milan tertunduk tak percaya. Kekalahan ini melengkapi derita Milan yang tak mendapat bonus pengurangan hukuman nilai padahal Juventus, Fiorentina dan Lazio mendapatkannya.

Inter memang pantas menang. Pertama, Carletto melakukan kesalahan formasi ketika pertandingan dimulai yang membuat Inter justru bebas menekan. 4-3-2-1 mudah diantisipasi Inter karena Inzaghi gemar offside. Kedua, lini tengah Inter memang lebih baik. Stankovic terpilih sebagai man of the match lewat dua assist dan satu gol spekatakulernya. Ketiga, lini belakang Inter solid plus penampilan gemilang Julio Cesar. Jika tidak harus bermain dengan sembilan pemain, Inter bisa menang telak.

Bravo Inter! Viva Nerazzuri!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

 

menuju ridho-Nya dalam mahligai cinta kami
Daisypath PicDaisypath Ticker